Wednesday, 10 June 2015

Kolaborasi mahasiswa FT dan FMIPA ciptakan IMOSION (Inovation Muffler Low Emission)

    


   Di Indonesia jumlah kendaraan bermotor semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah kendaraan yang beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun 2013 mencapai 104,211 juta unit, naik sekitar 11 persen dari tahun sebelumnya (2012) yang hanya mencapai 94,299 juta unit. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan manusia maupun lingkungan, mengingat proses pembakaran yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor dapat menimbulkan gas-gas berbahaya seperti gas HC, CO, dan NOx yang dapat mencemari udara.
   Di sisi lain, limbah kulit kakao yang jumlahnya sangat berlimpah saat ini masih kurang termanfaatkan. Limbah kulit kakao biasanya hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak, pupuk kompos, atau bahkan hanya dibusukkan begitu saja. Padahal kulit kakao mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang tinggi. Sehingga kulit kakao sangat berpotensi untuk dijadikan arang aktif yang dapat digunakan untuk menyerap gas-gas berbahaya yang dihasilkan kendaraan bermotor. Teknologi yang ada saat ini dibuat dengan menggunakan material yang mahal dan sulit didapatkan sehingga teknologi catalytic converter kebanyakan hanya diterapkan pada kendaraan jenis mobil. Padahal dari data di atas, populasi terbanyak masih disumbang oleh sepeda motor dengan jumlah 86,253 juta unit di seluruh Indonesia. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat inovasi baru pada knalpot sepeda motor dengan menggunakan bahan- bahan yang tidak terpakai, murah, dan mudah didapatkan.
   Dari hal tersebut mahasiswa FT UNY yaitu Ardi Aprilianto dan Aan Yudianto, serta mahasiswa FMIPA UNY Puthy Nurlina Sari dan Devry Pramesti Putri berinovasi dengan dengan membuat IMOSION (Inovation Muffler Low Emission) suatu inovasi knalpot pada sepeda motor dengan pemanfaatan catalytic converter dan adsorben berbahan limbah kulit kakao. IMOSION ini berfungsi untuk mengubah gas-gas berbahaya yang dihasilkan kendaraan bermotor menjadi gas-gas yang tidak berbahaya bagi manusia maupun lingkungan. Gas buang hasil proses pembakaran dialirkan melewati katalis berbahan tembaga (Cu) agar gas-gas berbahaya seperti NOx, CO, dan HC dapat berubah menjadi N2, O2, CO2, dan H2O. Walaupun sudah melewati proses katalisasi, gas buang kendaraan bermotor diserap lagi dengan adsorben yang dibuat dari limbah kulit kakao agar gas buang yang berbahaya benar-benar menjadi gas buang yang ramah lingkungan.
   Sehingga, diharapkan dengan adanya produk IMOSION ini mampu mengurangi tingkat pencemaran udara yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor yang dapat membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan. “Yang terpenting adalah jumlah gas buang dari kendaraan saat ini bisa berkurang.” Ujar Ardi Aprilianto. Saat ini produk IMOSION ini sudah sampai tahap pengujian alat, diharapkan dengan Kreativitas yang telah berhasil meraih dana dari Dikti untuk Program Kreativitas Mahasiswa bidang karsa cipta ini bisa meraih prestasi selanjutnya di ajang Nasional PIMNAS 28 di Sulawesi Tenggara.

Popular Posts